Archive for May, 2005

Sharing Vision: Regulasi Cashless dan Regulasi Broadband

Friday, May 27th, 2005
Dua hari yang lalu (tanggal 26 Mei 2005), saya memberikan presentasi mengena dua buah pemikiran atau kerangka regulasi dalam sharing vision yang diselenggarakan secara berkala oleh LPPM ITB.

Regulasi pertama yang kami bahas adalah regulasi yang terkait dengan pembayaran cashless, yaitu uang yang bentuknya bukan kertas (cash) Kami mendapat tamu dari Bank Indonesia, yaitu pak Muhammad Ishak yang menjelaskan prinsip-prinsip atau arahan yang dipegang oleh BI.

Dalam presentasi ini saya baru mengetahui bahwa sebetulnya BI tidak meng-encourage keberadaan kartu kredit, karena ini merupakan sebuah kredit tanpa jaminan yang menimbulkan banyak masalah. Dan memang banyak masalah yang terkait dengan kartu kredit. Bahkan saat ini ada beberapa usaha yang fokus kepada penagihan (secara paksa). Ini tidak sesuai dengan etika Bangsa Indonesia.

Namun dipahami bahwa alat pembayaran elektronik (dalam berbagai bentuk, seperti kartu kredit, e-wallet, pulsa, dan sejenisnya) tidak dapat dihindari. Bahkan, sebetulnya alternatif alat bayar ini bagus untuk mengurangi ketergantungan kepada uang kertas yang ternyata mahal harganya. Jadi secara prinsip, BI mendukung adanya cashless payment.

Regulasi kedua yang saya bahas adalah regulasi broadband. Permasalahan yang kita hadapi adalah apakah memang broadband perlu diregulasi? Pasalnya, keberadaan broadband memungkinkan layanan yang dulunya terpisah (suara, data, dan broadcasting) disatukan dengan menggunakan layanan broadband. Ketiga layanan tersebut dulunya diatur dalam aturan yang berbeda.

Yang menarik mengenai regulasi ini, konteks kata "regulasi" ternyata berbeda antara Indonesia dan luar negeri. Kalau di Indonesia, regulasi ini bermakna pembatasan (tidak boleh ini itu, yang boleh hanya ini / perusahaan ini). Kalau di luar negeri, regulasi lebih ke arah mewajibkan penyedia jasa untuk memberikan (menyediakan) layanan broadband kepada masyarakat. Jadi ini sisi lain dari regulasi (yang nampaknya lebih pro kepada masyarakat). Menarik bukan.

Kedua bahasan regulasi tersebut membuat saya puyeng..., karena ini merupakan pekerjaan rumah yang harus saya kerjakan. (Biasanya regulator akan kembali ke saya untuk meminta masukan. Wah, saya masih perlu banyak belajar.)

Minggu malam = kerja

Sunday, May 15th, 2005
Hari Minggu merupakan hari libur bagi kebanyakan orang, termasuk saya juga. Akan tetapi, Minggu malam, lain cerita. Minggu malam merupakan waktunya saya bekerja, menyiapkan materi kuliah (ada 2 kuliah hari Senin) dan waktunya menulis (blog, laporan, buku, artikel, cerita, dll.). Jadi, awal dari kerja bagi saya adalah Minggu malam.

How to remove information from the Internet?

Sunday, May 8th, 2005
When you published information on the Internet and Goggle and Yahoo have found it, is it possible to remove it? Here is the case I am facing with.

Our friends from Canada (Richard Lewko and Evelyne Bemben) were listed as still missing from the Tsunami dissaster in Thailand. Fortunately, they are alive and well in Canada. They were not in Puket (Phuket? spell?) at that time. They were in other area. They did go to Phuket a few days after the Tsunami. But their names are still listed as missing in web sites, such as:


http://edition.cnn.com/2005/WORLD/asiapcf/01/04/email.appeals.thailand.i.to.o/
and

http://www.tsunamis.com/missing-people-tsunami-disaster-thailand.html


I have asked the web masters to remove the entry or to add comments that they are alive and well in Canada. Let see how it goes. In the mean time, I'll add the following information to counter the information.


Richard Lewko and Evelyne Bemben are alive and well in Canada.


I hope this information is found at the top of Google & Yahoo search engines. They are getting a lot of phone calls. I hope this information can clear that.