Archive for September, 2006
Breakthrough
Tuesday, September 26th, 2006
Nidji merupakan band baru yang tiba-tiba menyeruak di antara band pop di Indonesia. Album breakthrough mereka memiliki 10 buah lagu yang langsung enak didengar. Bahkan, dua lagu mereka - "Sudah" dan "Hapus Aku" - langsung populer di radio dan bahkan di jalanan. Di playlist saya, lagu "Hapus Aku" langsung menduduki tempat teratas dalam jumlah pemutaran.
Selain kedua lagu tersebut, tentu saja ada banyak lagu lain yang bagus juga. Hanya saja mereka belum masuk ke dalam daftar lagu yang wajib diputar (paling tidak, oleh saya).
Selain menggunakan Bahasa Indonesia, lagu mereka juga ada yang berbahasa Inggris seperti "Heaven," "Child," "Disco Lazy Time" (entah kenapa judulnya itu?), dan "Breakthrough." Bagi Anda yang belum pernah mendengarkan lagu itu, mungkin Anda akan mengira bahwa band ini berasal dari luar negeri (lebih tepatnya, anda mengira ini Coldplay)! Ya, demikian bagusnya musik mereka.
Sayangnya musik mereka terlalu meniru persis cengkok band Coldplay. Apa salahnya ya? Ten...
Menuai Badai
Wednesday, September 20th, 2006
Wah, tulisan saya di blog saya yang lain menuai badai komentar:http://rahard.wordpress.com/2006/09/20/hilangnya-etika-mahasiswa/Asyik juga. Menarik mendengarkan pendapat dari berbagai sudut pandang dan opini.Speaking of "badai", sambil mengetik ini saya memutar album Chrisye "Badai Pasti Berlalu". Sayangnya ini versi baru. Meskipun diaransir oleh Erwin Gutawa, saya kok lebih suka versi lamanya (Eros Djarot?). Sekalian teringat betapa sendunya film itu. Jadi inget Christine Hakim. eh, malah jadi inget buku novelnya. Ah ... romantis kali. hi hi hi.
Blue … melankolis … ungu
Tuesday, September 19th, 2006
Saya tidak tahu mengapa sekarang ini terasa biru (blue? atau ungu? pokoknya sendu). Saya lihat lagu-lagu yang saya pasang akhir-akhir ini juga melankolis banget. (Lihat statistik Last.FM saya.) I guess everybody must have their ups and downs. The thing is ... I don't feel down at all. It's just I have too many things to do. That's all. But why is this blue feeling?Film yang terakhir saya tonton, "The Lake House" yang dibintangi oleh Sandra Bullock dan Keanu, juga bersifat romantis. Good film, by the way. Mungkin gara-gara ini? I don't think so. Maybe it's just one of those days (of what?)Nah kan tulisan udah ngaco. Lebih baik nulis tulisan tapi ngaco atau nggak usah nulis? he he he ... You decide!
Home
Sunday, September 17th, 2006
Sebetulnya saya sudah lama mau menuliskan review untuk album Dewa Budjana ini, tapi selalu saja tidak terselesaikan. Bahkan cover dari albumnya sudah saya scan tapi sekarang entah kemana. Kalau dicari, lama lagi. Lebih baik review saya sampaikan sekarang juga.
Album "Home" ini luar biasa bagusnya. Musiknya setara dengan pemain jazz dunia. Kalau kita lihat memang pemain dunia yang ikut mengisi album ini. Kalau tidak melihat sampul dari album ini mungkin saya mengira bahwa lagu-lagu ini dari musisi tenar seperti Larry Carlton, Bob James, dan kawan-kawan. Luar biasa bagusnya lagu dan aransemennya. Sungguh sangat berbeda dengan gitaran Dewa Budjana di band Gigi.
Album ini cukup sering saya putar di latar belakang di berbagai situasi. Tenang. Lagu yang paling saya suka dari album Home ini adalah "Lost Paradise". Ah, betul-betul membuat hati tenang. Saya merasa seperti di sebuah rumah kecil yang tenang di atas sebuah bukit dengan memandangi laut yang terbuka.
Bagi saya, album ini m...
Doping saat bekerja
Monday, September 4th, 2006
Baru saja saya upload foto "doping saat saya bekerja" di "My Office". (Saya belum tahu bagaimana caranya membuat link ke sana dari blog entry. Sudah diperbaiki dengan saran dari esduren.) Doping tersebut berupa berbagai minuman, mulai dari juice, vitamin C, air putih, dan kopi Starbucks. Waktu itu saya menjadi salah satu juri dari e-Government award yang diberikan oleh Warta Ekonomi. Seharian melakukan interview. Butuh doping agar segar selalu.By the way, hasil dari e-gov award ini akan diumumkan bulan ini.
Tidak dapat mematuhi aturan
Sunday, September 3rd, 2006
Aduh. Kesal luar biasa melihat orang yang tidak mau mematuhi aturan. Di jalan, orang mengendarai kendaraan (mobil, motor, kendaraan umum) seenaknya saja. Tanda lalu lintas dianggap sebagai "saran" saja. Kita sudah berhati-hati dalam mengendarai kendaraan. Eh, orang lain yang ceroboh. Gimana? Ngelus dada nih.Kalau dulu, sopir angkot pun mau saja ajak gelut. he he he. Sekarang sudah lebih tua dan mungkin lebih bijaksana(?) sehingga bisa lebih santun dalam menegur mereka. Kalau dulu, saya pepet mobil yang ngaco itu sambil tangan saya tunjukkan ke jidat. (Pake tuh otak!) Atau saya beri kepalan tangan sambil melotot. Kalau sekarang, saya buka jendela dan saya tegur, "mas sabar dikit dong".Contoh lain. Di Bandung ini banyak orang tiba-tiba buka usaha di rumahnya tanpa memperhatikan tempat parkir. Muncullah factory outlet, tempat makan, dan sejenisnya. Parkir melimpah ke jalan tanpa ada rasa berdosa. Rakyat yang kecil pun sama saja. Buka warteg di atas trotoar yang seharusnya menjadi tempat o...