Archive for April, 2007
Kemelut di Pengadaan Teknologi Informasi
Monday, April 30th, 2007Ubuntu: Launching Feisty Fawn
Sunday, April 29th, 2007Kerja, kerja, kerja, mari kita kerja
Saturday, April 28th, 2007Yang Tercecer
Saturday, April 28th, 2007Pertemuan Rutin BHTV
Thursday, April 26th, 2007Menggadaikan harga diri dosen dengan Rp 10.000,-
Wednesday, April 25th, 2007Baru-baru ini ada program baru di ITB, yaitu adanya uang makan untuk dosen (dan karyawan?). Uang makan ini besarnya adalah Rp 10000,-/hari. Dia dapat diambil dengan cara mengisi daftar hadir. Saya tidak tahu dengan Anda, tapi bagi saya ada beberapa masalah dengan program ini.
Masalah pertama adalah soal daftar hadir dosen. Wah, ini masalah yang sangat sakral di dunia perguruan tinggi. Entah sadar atau tidak, "big brother" is watching you. Saya tidak tahu apakah pemantauan dosen ini by design atau by accident? Mengapa harus mengisi daftar hadir?
Saya masih berpendapat bahwa dosen itu bukan seperti pegawai harian yang kerja 9-to-5, tetapi kerja penuh. Daftar hadir harian hanya sekedar mencatat kerja di tempat saja. Bagaimana dengan kerja yang dilakukan malam hari? Di luar jam kerja? (Misalnya hari Minggu, hari libur, dan seterusnya.) Apakah memang dosen didesain untuk berhenti bekerja di luar jam kerja? Ini ..., lagi-lagi, seperti robot.
Jika memang idenya adalah untuk memberikan uang makan, mengapat tidak diberikan uang makan begitu saja? Cara yang ada saat ini, memberikan uang makan dengan basis daftar hadir menurut saya sangat tidak efisien. Mencatat, mendata, memproses daftar hadir, mengasosiasikan dengan jumlah uangnya, mendistribusikan, dan seterusnya sangat repot. Ada dosen yang datang 15 hari, 16 hari, 17 hari, 18 hari, 19,5 hari (hah?), dan seterusnya. Bagaimana dengan yang tugas ke luar kota? Harus dibuatkan surat tugasnya, tanda tangan yang memberi tugas (Dekan?) kemudian surat ini diteruskan ke admin yang mengurusi uang makan. (Eh, apakah ada dosen yang mau ngurus surat seperti ini HANYA UNTUK Rp 10.000,-???) Dan seterusnya dan seterusnya. Waktu dan atensi dari staf terbuang hanya untuk mengurusi administratif Rp 10ribuan.
Ada cara yang lebih elegan (dan lebih canggih - waaahhh) untuk mengimplementasikan hal ini. Misalnya, makan siang disediakan di kantin / kafetaria. Dosen datang ke sana dengan menggunakan kartu tanda pengenal (yang katanya akan menggunakan smartcard atau RFid). Proses administratif, pendataan, dan seterusnya sudah diotomatisasi. Tidak perlu menghabiskan sumber daya (resources) untuk hal-hal yang kecil seperi ini. Oh ya, metoda seperti ini sudah banyak dilakukan di beberapa perusahaan di Indonesia. Setidaknya, saya sudah pernah menggunakan cara ini ketika mengerjakan sebuah kerjaan di perusahan tersebut. Maksudnya, ini bukan impian di siang bolong.
Ada hal lain lagi. Jumlahnya adalah Rp 10.000,-/hari. Ini serius? Atau dolanan. Maaf, apakah ada dosen ITB yang makan Rp 10.000,-/hari? Ya dananya hanya ada segitu, pak Budi. Kenapa pak Budi protes sih? Ya saya sih hanya ingin tahu saja. Kalau memang demikian ya memang demikian. Ya kalau memang harga dosen memang hanya segitu, ya penghargaannya memang segitu.
Jadi ... kalau ingin memantau dosen, cukup lemparkan uang Rp 10.000,- saja.
komputer akt!f berhenti terbit
Wednesday, April 25th, 2007Statistik Blog Ini
Wednesday, April 25th, 2007Kerja dan Belajar Malam Hari
Wednesday, April 25th, 2007Atau, kemarin-kemarin saya harus begadang juga untuk mempersiapkan laporan dan materi kuliah. Ya, untuk para mahasiswaku, saya juga harus menyiapkan materi untuk mengajar. Meskipun dikerjakan malam harinya, tetap harus saya siapkan.
Kadang timbul rasa iri. Wah, orang lain sudah bisa tidur, saya masih harus berjuang keras. Lho kok harus begini ya? Apa sih yang saya cari kok sampai dibela-belain begadang? Saya tidak tahu jawabannya. Saya tidak cari popularitas atau karir. Jadi entah apa yang saya cari. Mungkin kepuasan sudah memberikan yang terbaik?
Udah ngantuk euy. Mau tidur dulu ...