Archive for June, 2007

Voucher Pulsa Seluler Sebagai Alat Bayar

Saturday, June 30th, 2007

Saya ingin cerita tentang pemanfaatan teknologi yang lagi-lagi nyleneh di Indonesia, yaitu tentang voucher pulsa seluler sebagai alat bayar.

Salah satu kesulitan transaksi elektronik (e-commerce) di Indonesia adalah belum adanya sistem pembayaran elektronik yang bisa digunakan untuk pembayaran dalam jumlah kecil, micropayment. Di luar negeri ada PayPal. Sayangnya mereka belum dapat digunakan di Indonesia secara penuh.

Sebagai contoh, misalnya saya ingin menjual sebuah artikel dengan harga Rp 1000,-. Bagaimana caranya? Pembayaran tidak dapat dilakukan dengan kartu kredit, bahkan dengan mesin ATM-pun tidak bisa dilakukan. Masalahnya adalah nilai nominal yang harus dibayarkan terlalu kecil. Biaya transaksinya malah lebih mahal.

Selidik punya selidik, ternyata ada acara pembayaran yang agak aneh yaitu dengan menggunakan voucer seluler. Misalnya saya ingin menjual sesuatu yang harganya murah, maka Anda bisa membeli voucher seluler dan mengisikannya untuk saya atau memberikan kodenya kepada saya sehingga bisa saya isikan ke handphone saya. Saya melihat cara ini dilakukan di dunia games, dimana anak-anak membuat karakter yang bagus kemudian menukarkannya dengan voucher. (Anak-anak kan belum punya account bank, apalagi kartu kredit.)

Nilai voucher tadinya memang masih terlalu besar, Rp 50 ribu. Sekarang sudah turun. Bahkan kemarin saya melihat iklan voucher yang nilainya Rp 1000,-. Hah? Ternyata dunia seluler memiliki infrastruktur untuk micropayment. (Catatan: ini “ancaman” buat bank. Sayang mereka tidak menyadarinya.)

Saya jadi kepikiran. Bagaimana kalau saya ambil sebuah nomor handphone prepaid, kemudian menerima sumbangan jika Anda menyukai tulisan-tulisan di blog-blog saya (baik yang ini maupun yang di tempat lain). Kira-kira ada yang mau mengirimkan voucher pulsa ke saya nggak ya? Resikonya kan kecil. Saya akan coba ah …

Tentu saja mekanisme ini masih memiliki kelemahan karena kalau nilai pulsa saya sangat besar, dia tidak (belum?) bisa diuangkan kembali. Kalau bisa diuangkan … wah, jadilah dia micropayment di Indonesia. Sekedar ide saja.

Ide Mikropayment di Indonesia

Friday, June 29th, 2007
Mau tahu idenya? Silahkan lihat tulisan saya yang di Asia Blogging Network. Soalnya kalau ditulis ulang di sini jadi nggak rame. Silahkan baca di sana saja ya …

Langit ?

Thursday, June 28th, 2007
Minggu lalu, pas lagi di Singapura, saya melihat banyak bintang di langit. Saya bilang ke anak saya, katanya susah melihat bintang di Singapura (karena banyak cahaya lampu). Tuh bisa. Memang langit ini menebarkan banyak misteri. Menarik. Omong-omong soal langit ini, ternyata ada komunitas Astronomi yang namanya “Langit Selatan”. Silahkan lihat situs webnya di: http://langitselatan.com. Siapa tahu bisa [...]

Singapura: Makan Halal

Thursday, June 28th, 2007
Akhir pekan kemarin saya dan keluarga pergi ke Singapura. Kali ini kami mencoba menginap di Fragrance Hotel yang di Selegie. Mengapa di sana? Ya, karena nyoba saja. Cari yang relatif murah. Hotelnya sangat kecil kamarnya (jarak antara tempat tidur dengan dinding hanya 50 cm-an - paspasan untuk sholat), tapi bersih. Kamar mandinya juga sangat kecil (mungkin [...]

Yang Ingin Ditulis

Thursday, June 28th, 2007
Ada banyak hal yang ingin saya tuliskan dalam beberapa hari terakhir ini, akan tetapi belum menemukan waktu untuk menuliskannya. Topik yang ingin saya tulisakan antara lain: tentang pendidikan (antara “ilmu” dan “pola pikir”); tentang makan halal di singapura; tentang acara semiloka BHTV; tentang research center di ITB; tentang teknologi, entertainment, art (harusnya di blog saya yang di ABN); … ah, banyak [...]

A Trip to Singapore: Harbour Front Story

Thursday, June 28th, 2007

Sense of Urgency (Dalam Permasalahan di Indonesia)

Thursday, June 28th, 2007
Beberapa waktu yang lalu saya tersentak dengan tulisan mas Yockie S. Prayogo (di blognya yang lama - yang baru sekarang ada di jsop.net) yang berjudul “Sekarang“. Hah? Sekarang? Tentu saja maksudnya mas Yockie bukan sekarang dalam artian hari ini atau detik ini. Saya menangkap maksudnya sekarang adalah adanya “sense of urgency“. Permasalahan bangsa ini (yang banyak [...]

Pelajaran Musik Malam Kemarin

Wednesday, June 27th, 2007
Seperti sudah pernah saya ceritakan, saya sedang berusaha belajar musik. Caranya memang informal tetapi tetap saja belajar. Target saya adalah saya menjadi pemain musik yang handal dalam waktu 10 tahun. Saya baru mulai sekitar 2 atau 3 tahun-an. Jadi masih ada 7 tahun lagi untuk belajar. Semalam merupakan salah satu pelajaran lagi bagi saya. Semalam saya [...]

Dicari: Teknologi Yang Khas Indonesia

Tuesday, June 26th, 2007

Ada orang yang mengatakan bahwa teknologi itu netral. Namun ternyata penerimaan pemanfaat teknologi, dalam bentuk produk, itu masih mengandung pertanyaan. Ada produk yang mudah diterima di sebuah komunitas, tetapi kalah di komunitas lain.

Kita ambil contoh. Friendster sangat digemari oleh orang Indonesia, sementara itu orang Amerika lebih menggemari myspace dan orang Brazil lebih menggemari Orkut. Mengapa demikian? Kajian teknis semata ternyata belum berhasil menghasilkan jawaban yang memuaskan. Ada aspek kultur yang kental di sini. (Hayo, antropolog? budayawan? angkat bicara dengan analisa Anda!)

Ada juga teknologi yang ternyata pemanfaatannya berbeda dengan yang direncanakan. Wartel merupakan salah satu pemanfatan teknologi yang khas Indonesia. Ada lagi yang menarik, yaitu ojek! Mungkin tidak pernah terbayang oleh pabrik motor di luar negeri bahwa motor akan dijakan alat transportasi publik. Ini hanya ada di Indonesia. Lucu memang.

Nah, saat ini ada beberapa kawan yang sedang mencoba membujuk perusahaan asing - khususnya perusaan yang bergerak di bidang IT - untuk melakukan penelitian teknologi yang khas Indonesia. Penelitian ini tidak mungkin dilakukan di luar negeri karena di sana tidak dikenal yang namanya wartel atau ojek. Penelitiannya harus di Indonesia. Mudah-mudahan mereka sadar akan hal ini dan membuka divisi penelitiannya di Indonesia. Sementara itu kita mulai cari teknologi yang khas Indonesia yuk … Kita cari “ojek”nya IT.

Tak Ada Selokan di Batam?

Monday, June 25th, 2007
Tadi pagi saya melewati kota Batam. Hanya melintasi saja untuk transit. Sebelumnya saya sudah beberapa kali ke Batam, menginap, dan bahkan makan seafood di Windsor(?). Yang parah di tempat makan seafood itu adalah SPG-nya. he he he. Ada hal yang menggelitik saya. Pertama, ada banyak pembangunan di kota Batam khusunya berbentuk ruko. Dimana-mana dibangun ruko, tapi [...]