Membuat Program Studi
Thursday, May 17th, 2007Apa alasan dibentuknya sebuah program studi? Saat ini sedang ada diskusi mengenai program studi baru di fakultas atau school kami. Banyak usulan yang muncul, akan tetapi nampaknya sang penggagas kurang memahami mengapa program studi tersebut perlu dibuat.
Kebanyakan yang saya lihat, program studi disusun karena interest (kesenangan, minat) dari dosen sang penggagas. Dia tidak melihat adanya kebutuhan di industri atau lapangan pekerjaan dari lulusan program studi tersebut? Bukankah semestinya para stakeholder juga dilibatkan dalam pengembangan ini? Siapakah stakeholder ini?
Usulan agar lulusan membuat lapangan pekerjaan sendiri juga baik, namun ini jangan hanya sekedar di mulut saja. Jika memang ini yang diusulkan, harus diprogramkan juga. Mana programnya? Perlu diingat bahwa entrepreneurship itu bukan sesuatu yang mudah. Tidak banyak orang yang berjiwa entrepreneur dan memang tidak semua orang harus jadi entrepreneur.
Ada lagi penggagas yang mengambil contoh dari luar negeri, tetapi lupa menyesuaikannya dengan kondisi di Indonesia. Adakah kekhasan atau kekuatan dari Indonesia? Bagaimana dengan kelemahan? Kita tidak harus sama persis dengan di luar negeri. Bahkan, justru keunikan kita ini yang menjadi daya tarik.
Sebetulnya apa yang Anda inginkan dari lulusan program studi tersebut? Mereka sebagai tukang? Pekerja? Agen perubahan? Atau apa? Sekadar paham sebuah ilmu saja tidak cukup.
Mudah-mudahan kami, kita, Anda tidak salah langkah dalam membuat program studi sehingga menyesatkan banyak pihak, khususnya mahasiswa.